Sabtu, 22 Februari 2014


Cara Install Windows XP Professional

Cara Install Windows XP
Sehubungan dengan masih banyaknya pengguna Windows XP khususnya Windows XP Professional dan masih ada pula yang bertanya-tanya, maka saya mencoba untuk membuat tutorial cara menginstallnya dengan sebaik-baiknya. Walaupun Windows 7 lebih populer dari Windows XP karena perkembangan zaman, tetapi masih ada alasan yang banyak menggunakannya, salah satunya Minimum Sistem Requirements Windows XP lebih ringan.

Bahkan saya sendiri masih menggunakannya, walaupun mempunyai kedua-duanya terinstall dalam 1 komputer. Kembali ke topik utama dibawah ini terdapat langkah-langkah cara menginstall windows XP berikut dengan gambar.

Setelah masalah sistem windows yang serius, sering diperlukan untuk menginstall ulang sistem Windows XP, membersihkan sistem windows dan memulai lagi dari awal - prosedur ini biasa disebut sebagai "Clean Install" atau instalasi bersih.

Yang paling penting sebelum melakukan install bersih Windows XP Professional adalah bahwa semua informasi pada sistem drive sebelumnya (biasanya drive C:) akan terhapus selama proses ini, tapi tidak akan menghapus data-data di drive lainnya. Proses install windows XP ini bahkan akan menghapus virus jika ada, sehingga benar-benar bersih dari virus.

Cara Install ulang Windows XP Home atau Professional Edition sangat sederhana dan mirip, bahkan bagi mereka tanpa banyak pengalaman dengan komputer dapat melakukannya. Artikel ini bisa digunakan sebagai petunjuk cara menginstall Windows XP Professional atau Home langsung dari CD installer dengan sempurna.

Persiapan Install Windows XP Professional:

Pastikan sebelumnya bahwa komputer memenuhi persyaratan sistem minimum untuk menjalankan Windows XP, disarankan memiliki Processor Intel Pentium 4 keatas, memory 512 Mb keatas, dan VGA 128 Mb keatas, sedangkan drive C: memiliki kapasitas lebih dari 30 Gigabytes (minimal 10 Gigabytes).

Pastikan Anda memiliki Windows XP "Product Key" atau kode, biasanya disertakan dengan CD-nya yaitu kode sebanyak 25 karakter.

Terlihat seperti berikut: XXXXX-XXXXX-XXXXX-XXXXX-XXXXX

Berikut Langkah-langkah cara install ulang Windows XP Professional dan perhatikan keterangan-keterangannya.

1. Nyalakan Komputer/Laptop, kemudian tekan DEL (biasanya pada komputer) atau F2 pada Laptop, terkadang juga F1 atau esc pada merk yang lain. Hal ini dilakukan untuk masuk ke setup menu, untuk memastikan "booting" dimulai dari CD dan ini sangat penting.

Booting Komputer

2. Masuk setup menu dengan tampilan seperti berikut (tampilannya berbeda-beda tergantung dari merk), kemudian cari "Boot" untuk setting booting pertama ke CD installer windows XP.

Setup Menu Komputer

3. Arahkan CD ke yang pertama, ingat tampilan menunya berbeda-beda tergantung merk tapi intinya sama, untuk memposisikan CD ke yang pertama biasanya ada keterangannya di samping kiri atau bawahnya.

Setup Menu Booting ke CD

4. Exit dan save, kemudian yes, maka komputer/laptop akan segera booting. Tapi jangan lupa masukan CD windows XP ke komputer/lapotnya sebelum restart lagi.

Exit Setup Menu Komputer

5. Tekan tombol apa saja pada saat gambar berikut muncul supaya masuk ke proses instalasi windows XP, waktunya diberikan 5 detik, jika tidak ditekan maka proses instalasi tidak akan terjadi

Booting dari CD

6. Masuk ke proses instalasi, pada saat ini tidak melakukan apapun, perhatikan saja.

Cara Menginstall Windows XP Professional

7. Tekan Enter untuk memulai proses instalasi. (terdapat keterangan di paling bawah)

Windows XP Professional Setup

8. Tekan F8 untuk menyetujui proses instalasi.

Persetujuan install Windows XP

9. Masuk ke pengaturan partisi atau disebut juga pengaturan Hardisk/hard drive. Partisi ini jumlahnya beda-beda tergantung pengaturan dahulu sejak awal, tetapi bisa diatur-atur lagi. Dibawah ini contoh dengan jumlah 2 Partisi yaitu C: dan D: (C: alias sistem windows dan D: alias data-data/local disk), namanya mungkin bermacam-macam, tapi yakinkan yang akan di install yang C:

Arahkan kursor/tanda marking ke C: atau sistem windows XP sebelumnya, kemudian tekan Delete atau Del. Ini dilakukan untuk membersihkan partisi, sehingga benar-benar bersih.

Pengaturan Partisi Windows XP

10. Meyakinkan penghapusan (Delete) tekan L.

Delete Partisi hard disk

11. Arahkan kursor atau tanda ke partisi yang akan diinstall Windows XP. Kemudian buat partisi yang baru dengan menekan ENTER atau menekan tombol C (Create Partition/ Buat Partisi). Catatan untuk mengatur partisi yang lainpun langkah-langkahnya sama saja, seperti pengaturan untuk partisi D: (tapi D: biasanya berisi data-data pemakai, jadi hati2 atau back up dulu ke flash disk).

Membuat Partisi hard disk

12. Ketikan angka yang dinginkan (biasanya 5 digit) atau tekan tombol C atau Tekan ENTER saja pun tidak apa-apa. Mengetikan angka - sebenarnya untuk mengatur luas/besarnya partisi C: tersebut, umumnya disarankan lebih dari 20 Gigabytes (20000), kalo tekan Enter berarti otomatis.

Menentukan Besar Partisi hard disk

13. Tekan ENTER

Format Partisi hard disk

14. Proses instalasi dimulai secara otomatis, yaitu memasukan data-data sistem ke Hard disk.

Proses install windows XP dimulai

15. Tidak melakukan apapun.

Proses install windows XP

16. Proses merestart, tidak melakukan apapun

restart komputer

17. Jangan menekan tombol apapun, kalo menekan tombol nanti balik lagi ke proses pengaturan partisi dari awal. Biarkan saja.

booting

18. Proses Penyempurnaan instalasi Windows XP, tidak melakukan apapun.

Penyempurnaan instalasi Windows XP

19. Tidak melakukan apapun.

Penyempurnaan instalasi Windows

20. Tekan Next.

Proses memasukan data windows

21. Ketikan nama sesuai keinginan.

memasukan nama pada proses install

22. Ketika Kode atau "Product Key" yang telah dipersiapkan. Kemudian tekan next.

memasukan kode windows

23. Ketikan lagi nama komputer/laptop sesuai keinginan.

menentukan nama untuk komputer

24. Atur waktu untuk disesuaikan. Pastikan tahunnya yang benar.

Pengaturan waktu pada proses install

25. Proses instalasi dilanjutkan.

Melanjutkan proses instalasi windows

26. Tekan Next.

Menentukan network pada proses instalasi

27. Tekan Next.

Memasukan nama network

28. Tidak melakukan apapun.

Melanjutkan Proses instalasi windows XP

29. Jangan menekan tombol apapun, nanti kalo ditekan balik lagi ke awal.

Booting komputer kedua

30. Tekan Next.

Proses akhir install windows XP

31. Pilih yang merah (Not right now) kemudian tekan Next.

Menentukan keamanan sistem windows XP

32. Tekan skip.

Skip menyambung ke jaringan

33. Pilih No... kemudian tekan Next.

Melanjutkan proses akhir install

34. Ketikan Nama sesuai keinginan. Kemudian tekan Next.

Memasukan nama untuk komputer

35. Tekan Finish.

Finish Instalasi windows XP

36. Tekan OK

display setting otomatis pada proses akhir

37. Tekan OK.

display setting otomatis pada proses akhir install

38. Selamat Proses instalasi Windows XP Professional telah Berhasil. Keluarkan CD windows XP installernya, kemudian restart lagi.

Windows XP telah terinstall

Catata: Setelah Proses instalasi Windows XP, pada umumnya kinerja windows belum sempurna sampai semua "driver" terinstal, Driver ini biasanya disertakan dalam bentuk CD pada saat membeli komputer/laptop. Driver yang utama adalah Driver VGA atau PCI untuk display, driver audio dan driver network. Pada umumnya driver VGA-nya belum terinstall.

Jika tidak ada drivernya, maka wajib untuk download sesuai dengan merk mainboard komputernya. Petunjuk singkat untuk mendownload sesuai merk-nya yaitu Klik Start - Klik Run (paling bawah sebelah kanan) - ketika dxdiag kemudian Enter. Nanti akan terlihat Modelnya, cari driver di google dengan kata kunci tersebut.

Senin, 10 Februari 2014

http://wikimapia.org/#lang=en&lat=-6.559682&lon=106.745380&z=18&m=b
https://maps.google.com/maps?saddr=Jl.+Cilubang+Lebak&daddr=Jl.+Cilubang+Lebak&hl=id&sll=-6.559711,106.745883&sspn=0.001386,0.002411&geocode=FSLpm_8dr9FcBg%3BFSDnm_8dec5cBg&mra=ltm&t=m&z=19

CARA BUDIDAYA IKAN LELE


Panduan lengkap budidaya ikan lele

Panduan praktis budidaya ikan leleBudidaya ikan lele sangat diminati para peternak karena pasarnya yang terus berkembang. Pemerintah juga gencar memberikan dukungan melalui riset benih lele unggul dan kampanye gerakan makan ikan. Sehingga bermunculan sentra-sentra budidaya ikan lele di sejumlah daerah.
Untuk mendapatkan keuntungan maksimal, budidaya ikan lele sebaiknya tidak dilakukan secara sampingan atau sekadar kegiatan subsisten. Ikan lele sanggup hidup dalam kepadatan tebar yang tinggi dan memiliki rasio pemberian pakan berbanding pertumbuhan daging yang baik. Oleh karena itu, usaha budidaya ikan lele akan memberikan keuntungan lebih apabila dilakukan secara intensif.
Terdapat dua segmen usaha budidaya ikan lele, yaitu segmen pembenihan dan segmen pembesaran. Pada kesempatan kali ini kami akan membahas budidaya ikan lele segmen pembesaran. Berikut kami uraikan tahap-tahap persiapannya.

Penyiapan kolam tempat budidaya ikan lele

Ada berbagai macam tipe kolam yang bisa digunakan sebagai tempat budidaya ikan lele. Untuk memutuskan kolam apa yang cocok, harap pertimbangkan kondisi lingkungan dan ketersediaan tenaga kerja terampil. Lalu, cocokkan dengan sumber dana yang kita miliki. Perlu diperhatikan bahwa setiap tipe kolam memiliki keunggulan dan kelemahan masing-masing bila ditinjau dari segi usaha budidaya.
Tipe-tipe kolam yang umum digunakan dalam budidaya ikan lele adalah kolam tanah, kolam semen, kolam terpal, jaring apung dan keramba. Namun dalam artikel ini kita hanya membahas kolam tanah saja, mengingat jenis kolam ini paling banyak digunakan oleh para peternak ikan.

a. Pengeringan dan pengolahan tanah

Sebelum benih ikan lele ditebarkan, kolam harus dikeringkan telebih dahulu. Lama pegeringan berkisar 3-7 hari atau bergantung pada teriknya sinar matahari. Sebagai patokan, apabila permukaan tanah sudah retak-retak, kolam bisa dianggap sudah cukup kering. Pengeringan kolam bertujuan untuk memutus keberadaan mikroorganisme jahat yang menyebabkan bibit penyakit. Mikroorganisme tersebut bisa bekembang dari sisa-sisa priode budidaya ikan lele sebelumnya. Dengan pengeringan dan penjemuran, sebagian besar mikroorganisme patogen akan mati.
Setelah dikeringkan, permukaan tanah dibajak atau dibalik dengan cangkul. Pembajakan tanah diperlukan untuk memperbaiki kegemburan tanah dan membuang gas beracun yang tertimbun di dalam tanah. Selain penggemburan, lakukan pengangkatan lapisan lumpur hitam berbau busuk yang biasanya terdapat di dasar kolam. Karena lumpur hitam tersebut menyimpan gas-gas beracun seperti amonia dan hidrogen sulfida. Gas-gas itu terbentuk dari tumpukan sisa pakan yang tidak habis pada periode budidaya ikan lele sebelumnya.

b. Pengapuran dan pemupukan

Pengapuran berfungsi untuk menyeimbangkan keasaman kolam dan membantu memberantas mikroorganisme patogen. Jenis kapur yang digunakan adalah dolomit atau kapur tohor. Pengapuran dilakukan dengan cara ditebar secara merata di atas permukaan dasar kolam. Setelah ditebari kapur, balik tanah dengan cangkul agar kapur meresap ke bagian dalam. Dosis yang diperlukan untuk pengapuran dasar kolam adalah 250-750 gram per meter persegi, atau tergantung pada derajat keasaman tanah. Semakin asam tanah semakin banyak kapur yang dibutuhkan.
Langkah selanjutnya adalah pemupukan. Pupuknya menggunakan paduan pupuk organik ditambah urea dan TSP. Jenis pupuk organiknya bisa pupuk kandang atau pupuk kompos, dosisnya sebanyak 250-500 gram per meter persegi. Sedangkan dosis pupuk kimianya adalah urea 15 gram per meter persegi dan TSP 10 gram per meter persegi. Pemupukan dasar kolam bertujuan untuk menyediakan nutrisi bagi biota seperti fitoplankton dan cacing. Biota tersebut berguna untuk makanan alami ikan lele.

c. Pengaturan air kolam

Ketinggian air yang ideal untuk budidaya ikan lele adalah 100-120 cm. Pengisian kolam harus dilakukan secara bertahap. Setelah kolam dipupuk, isi dengan air sampai batas 30-40 cm. Pada ketinggian tersebut sinar matahari masih bisa tembus hingga dasar kolam dan memungkinkan biota dasar kolam seperti fitoplankton tumbuh dengan baik. Kolam yang sudah ditumbuhi fitoplankton airnya akan berwarna kehijauan. Setelah satu minggu, baru benih ikan lele siap ditebar. Selanjutnya, air kolam ditambah secara berkala sesuai dengan pertumbuhan ikan lele sampai pada ketinggian ideal.
Panduan budidaya ikan lele

Pemilihan benih ikan lele

Tingkat kesuksesan budidaya ikan lele sangat ditentukan oleh kualitas benih yang ditebar. Benih yang akan digunakan dalam budidaya ikan lele hendaklah dari jenis benih unggul. Ada beberapa jenis ikan lele yang biasa dibudidayakan di Indonesia. Silahkan baca lebih lanjut mengenai jenis-jenis ikan lele budidaya. Dalam artikel ini kami merekomendasikan jenis ikan lele Sangkuriang yang dikembangkan BBPBAT Sukabumi. Alasannya, ikan lele sangkuriang merupakan hasil perbaikan dari lele dumbo. Dimana kualitas dari lele dumbo yang saat ini beredar di masyarakat semakin menurun dari waktu ke waktu. Untuk mengetahui lebih jauh mengenai ikan lele sangkuriang silakan baca asal-usul ikan lele sangkuriang.
Benih ikan lele bisa kita dapatkan dengan cara membeli atau melakukan pembenihan ikan lele sendiri. Untuk membuat pembenihan sendiri silahkan baca cara pembenihan ikan lele dan teknik pemijahan ikan lele. Hal yang paling penting adalah benih unggul yang digunakan harus benih yang baik dan sehat.

a. Syarat benih unggul

Benih yang ditebar harus benih yang benar-benar sehat. Benih yang kualitasnya buruk tidak bisa menghasilkan dengan maksimal dan rentan terhadap serangan penyakit. Ciri-ciri benih yang sehat gerakannya lincah, tidak terdapat cacat atau luka dipermukaan tubuhnya, bebas dari bibit penyakit dan gerakan renangnya normal. Untuk menguji gerakan renangnya, coba tempatkan ikan pada arus air, jika ikan tersebut menantang arah arus air berarti gerakan renangnya normal.
Ukuran benih untuk budidaya ikan lele sebaiknya memiliki panjang sekitar 5-7 cm. Usahakan ukurannya rata agar ikan bisa tumbuh dan berkembang serempak. Dari benih sebesar itu, dalam jangka waktu pemeliharaan 2,5-3,5 bulan akan didapatkan lele ukuran konsumsi sebesar 9-12 ekor per kilogram.

b. Cara menebar benih

Sebelum benih ditebar, lakukan penyesuaian iklim terhadap benih. Caranya, masukan benih yang baru datang dengan wadahnya (ember/jeriken) ke dalam kolam. Biarkan selama 15 menit agar terjadi penyesuaian suhu tempat benih dengan suhu kolam sebagai lingkungan barunya. Miringkan wadah dan biarkan benih keluar dengan sendirinya. Metode ini bermanfaat mencegah stres pada benih.
Tebarkan benih ikan lele ke dalam kolam dengan kepadatan 200-400 ekor per meter persegi. Semakin baik kualitas air kolam, semakin tinggi jumlah benih yang bisa ditampung. Hendaknya tinggi air tidak lebih dari 40 cm saat benih ditebar. Hal ini menjaga agar benih ikan bisa menjangkau permukaan air untuk mengambil pakan atau bernapas. Pengisian kolam berikutnya disesuaikan dengan ukuran tubuh ikan sampai mencapai ketinggian air yang ideal.
Menentukan kapasitas kolam
Berikut ini cara menghitung kapasitas kolam untuk budidaya ikan lele secara intensif. Asumsi kedalaman kolam 1-1,5 meter (kedalaman yang dianjurkan). Maka kepadatan tebar bibit lele yang dianjurkan adalah 200-400 ekor per meter persegi. Contoh, untuk kolam berukuran 3 x 4 meter maka jumlah bibit ikannya minimal (3×4) x 200 = 2400 ekor, maksimal (3×4) x 400 = 4800 ekor.
Catatan: kolam tanah kapaistasnya lebih sedikit dari kolam tembok.

Pakan untuk budidaya ikan lele

Pakan merupakan komponen biaya terbesar dalam budidaya ikan lele. Ada banyak sekali merek dan ragam pakan di pasaran. Pakan ikan lele yang baik adalah pakan yang menawarkan Food Convertion Ratio (FCR) lebih kecil dari satu. FCR adalah rasio jumlah pakan berbanding bertumbuhan daging. Semakin kecil nilai FCR, semakin baik kualitas pakan. Untuk mencapai hasil maksimal dengan biaya yang minimal, terapkan pemberian pakan utama dan pakan tambahan secara berimbang. Bila pakan pabrik terasa mahal, silahkan coba membuat sendiri pakan lele alternatif.

a. Pemberian pakan utama

Pakan yang baik harus mengandung nutrisi yang diperlukan oleh ikan lele. Sebagai ikan karnivora, pakan ikan lele harus banyak mengandung protein hewani. Secara umum kandungan nutrisi yang dibutuhkan ikan lele adalah protein (minimal 30%), lemak (4-16%), karbohidrat (15-20%), vitamin dan mineral. Berbagai pelet yang dijual dipasaran rata-rata sudah dilengkapi dengan keterangan kandungan nutrisi. Tinggal kita pandai-pandai memilih mana yang bisa dipercaya. Ingat, jangan sampai membeli pakan kadaluarsa. Apabila pakan dirasa terlalu mahal kita juga bisa membuat pakan alternatif, silahkan baca membuat sendiri pakan lele alternatif.
Pakan harus diberikan sesuai dengan kebutuhan. Secara umum setiap harinya ikan lele memerlukan pakan 3-6% dari bobot tubuhnya. Misalnya, ikan lele dengan bobot 50 gram memerlukan pakan sebanyak 2,5 gram (5% bobot tubuh) per ekor. Kemudian setiap 10 hari ambil samplingnya, lalu timbang dan sesuaikan lagi jumlah pakan yang diberikan. Dua minggu menjelang panen, persentase pemberian pakan dikurangi menjadi 3% dari bobot tubuh.
Jadwal pemberian pakan sebaiknya disesuaikan dengan nafsu makan ikan. Frekuensinya 4-5 kali sehari. Frekuensi pemberian pakan pada ikan yang masih kecil harus lebih sering. Waktu pemberian pakan bisa pagi, siang, sore dan malam hari. Harus diingat, ikan lele merupakan hewan nokturnal, aktif pada malam hari. Pertimbangkan pemberian makan lebih banyak pada sore dan malam hari. Pakan diberikan dengan ditebar. Si pemberi pakan harus jeli melihat reaksi ikan. Berikan pakan saat ikan lele agresif menyantap pakan dan berhenti apabila ikan sudah terlihat malas untuk menyantapnya.

b. Pemberian pakan tambahan

Selain pakan utama, bisa dipertimbangkan juga untuk memberi pakan tambahan. Pemberian pakan tambahan sangat menolong menghemat biaya pengeluaran pakan yang memang cukup menguras kantong. Apabila kolam kita dekat dengan pelelangan ikan, bisa dipertimbangkan pemberian ikan rucah segar. Ikan rucah adalah hasil ikan tangkapan dari laut yang tidak layak dikonsumsi manusia karena ukuran atau cacat dalam penangkapannya. Bisa juga dengan membuat belatung dari campuran ampas tahu.
Keong mas dan limbah ayam bisa diberikan dengan pengolahan terlebih dahulu. Pengolahannya bisa dilakukan dengan perebusan. Kemudian pisahkan daging keong mas dengan cangkangnya, lalu dicincang. Untuk ayam bersihkan bulu-bulunya sebelum diumpankan pada lele.
Satu hal yang harus diperhatikan dalam memberikan pakan ikan lele, jangan sampai telat atau kurang. Karena ikan lele mempunyai sifat kanibal, yakni suka memangsa sejenisnya. Apabila kekurangan pakan, ikan-ikan yang lebih besar ukurannya akan memangsa ikan yang lebih kecil.

Pengelolaan air

Hal penting lainnya dalam budidaya ikan lele adalah pengelolaan air kolam. Walaupun ikan lele bisa hidup dalam kondisi air yang buruk, untuk mendapatkan hasil maksimal kualitas dan kuantitas air harus tetap terjaga.
Awasi kualitas air dari timbunan sisa pakan yang tidak habis di dasar kolam. Timbunan tersebut akan menimbulkan gas amonia atau hidrogen sulfida yang dicirikan dengan adanya bau busuk. Oleh karena itu, apabila sudah muncul bau busuk, buang sepertiga air bagian bawah. Kemudian isi lagi dengan air baru. Frekuensi pembuangan air sangat tergantung pada kebiasaan memberikan pakan. Apabila dalam memberikan pakan banyak menimbulkan sisa, pergantian air akan lebih sering dilakukan. Selain itu, apabila air terlihat berkurang karena penguapan atau kebocoran kolam, segera tambahkan.

Pengendalian hama dan penyakit

Hama yang paling umum dalam budidaya ikan lele antara lain hama predator seperti linsang, ular, sero, musang air dan burung. Sedangkan hama yang menjadi pesaing antara lain ikan mujair. Untuk mencegahnya yaitu dengan memasang saringan pada jalan masuk dan keluar air atau memasang pagar di sekeliling kolam.
Penyakit pada budidaya ikan lele bisa datang dari protozoa, bakteri dan virus. Ketiga mikroorganisme ini menyebabkan berbagai penyakit yang mematikan. Beberapa diantaranya adalah bintik putih, kembung perut dan luka di kepala dan ekor. Untuk mencegah timbulnya penyakit infeksi adalah dengan menjaga kualitas air, mengontrol kelebihan pakan, menjaga kebersihan kolam, dan mempertahankan suhu kolam pada kisaran 28oC. Selain penyakit infeksi ikan lele juga bisa terserang penyakit non-infeksi seperti kuning, kekurangan vitamin dan lain-lain. Untuk mengetahui lebih jauh tentang pengendalian penyakit silahkan baca pengendalian hama dan penyakit ikan lele.

Panen budidaya ikan lele

Pemanenan budidaya ikan lele untuk konsumsi dalam negeri biasanya berukuran 9-12 ekor per kg. Untuk mencapai ukuran konsumsi dari benih sebesar 5-7 cm dibutuhkan waktu sekitar 2,5 sampai 3,5 bulan dari awal benih ditebar. Sedangkan untuk ekspor, berat ikan lele bisa mencapai 500 gram per ekor.
Pemanenan harus dilakukan dengan hati-hati. Satu hari (24 jam) sebelum panen, sebaiknya ikan lele tidak diberi pakan agar tidak buang kotoran saat diangkut. Pada saat ikan lele dipanen hendaknya disortasi terlebih dahulu untuk misahkan lele berdasarkan ukurannya. Pemisahan ukuran ini berdampak pada harga. Ikan lele yang sudah disortasi berdasarkan ukuran akan meningkatkan pendapatan bagi peternak.

Cara membuat blog GRATIS

Cara membuat blog - website baru gratis di blogspot - blooger yang anda cari saat ini ada disini !!. karena Panduan ini Lengkap Dengan Gambar, dan bila anda masih belum tahu sama sekali tentang dunia blogging atau Internet jangan kuatir, karena dengan panduan dari saya ini dijamin anda akan bisa mempunyai sebuah Web yang sesuai dengan yang anda inginkan. Tapi sebelumnya yang harus anda persiapkan terlebih dahulu adalah Alamat Email dari Gmail ( Google Mail ), Bila anda belum punya email dari Google silahkan anda membuat terlebih dahulu dengan Panduan berikut ini ( BUAT EMAIL DARI GMAIL )


Blogger

Langkah Mudah Dalam Membuat Blog di Blogspot


1. Masukan alamat berikut ini www.blogger.com Di browser anda kemudian tekan enter, dan anda akan dibawa kehalaman Utama Blogger seperti berikut ini :


imagekemudian anda klik kotak yang bertuliskan
"Get started"








Setelah Anda klik "Get started" maka akan muncul halaman Untuk formulir pendaftaran seperti di bawah ini, Silahkan isi formulir dengan lengkap dan benar:

image
























KET:
Pada kolom alamat email : Masukan Alamat Email Gmail Anda
Ketik ulang alamat email : Masukan lagi Email yang sama seperti diatas
Ketik ulang alamat email : Masukan lagiemail yang sama seperti diatas
Masukan sebuah paswod : Isikankanta kunci (minimal 8 karakter, bisa huruf bisa angka
atau gabungan keduanya )
Ketikan ulang sandi : Masukan lagi password yang telah Anda masukan harus sama
dengan yang di atas
Nama tampilan : Isi nama Anda atau nama aliasAnda (Nanti akan tampil bersama
dengan posting,artikel yang Anda buat )
Verifikasi Kata : Masukkan gambar kata yang terdapat di atas kolom. Pada gambar di atas
sudah Disertakan dengan contoh pengisiannya.

Jika sudah diisi semua dengan lengkap dan benar lalu klik gambar panah orange "lANJUTKAN" Kemudian akan muncul Halaman seperti dibawah ini:

imageKet:

Judul Blog : Isilah sesuai dengan keinginan anda,
Alamat Blog : Isilah dengan keinginan Anda juga, jika alamat blog anda menggunakan 2 kata atau lebih, pisahlah dengan tanda titik ( . ) atau tanda ( – ). karena tidak bisa menggunakan spasi. lalu tekan "Cek Ketersediaan" bila Alamat blog anda tersedia maka akan muncul tulisan
" Alamat Blog Ini Tersedia "
seperti contoh gambar di samping
Verifikasi kata : Isilah kata yang di tampillkan dengan benar.


Setelah Anda selasai, lalu klik tanda panah warna orange "LANJUTKAN" Maka akan muncul gambar seperti di bawah ini:

imageGambar disamping adalah halaman disain template (Tampilan blog anda bila sudah jadi nanti) pilih yang anda suka. untuk memilihnya Anda tinggal klik salah satu. kemudian kalu sudah dipilihsilahkan anda klik tanda panah "LANJUTKAN"









Setelah Anda klik "LANJUTKAN" maka yang muncul adalah Halaman seperti di bawah ini:

imageNah..Sekarang Blog anda sudah jadi. dan Sekarang tinggal anda mengisi Blog anda dengan Artikel atau Posting. dengan Klik tanda panah warna Orange "MULAI BLOGGING".






Setelah anda klik "MULAI BLOGGING". maka akan muncul halaman tempat untuk menulis artikel atau Posting seperti di bawah ini:

imageKET:
Pertama tulislah Judul artikel atau Postingan anda, kemudian tulis artikel anda seperti contoh di samping. Setelah anda selesai menulis artikel anda, Langkah selanjutnya adalah silahkan Klik "TERBITKAN ENTRI"









Setelah klik "TERBITKAN ENTRI" maka akan muncul tampilan halaman Blog yang sudah diisi dengan Artikel atau Postingan seperti dibawah ini:

Image









Sekarang langkah selanjutnya adalah Klik "LIHAT ENTRI" Untuk melihat hasil dari pembuatan Blog secara keseluruhannya, setelah anda klik maka akan tampil halaman blog yang telah anda buat tadi seperti contoh berikut ini:
image



















Ok, Sampai proses ini Berarti anda telah berhasil Membuat sebuah Blog di Blogspot. Nah Mudah kan Cara Membuat Blog atau Website Baru . Dan semoga dapat sedikit Bermanfaat. " SUKSES SELALU UNTUK ANDA "